Search

Dapatkah Blockchain Digunakan untuk Internet of Things (IoT)?

Adanya teknologi Internet of Things (IoT) memungkinkan orang, tempat, dan produk saling terhubung. Chip, sensor, dan aktuator yang canggih diintegrasikan agar dapat mengirimkan data ke jaringan IoT. Kemampuan analitik data IoT ini untuk mengubah informasi menjadi tindakan dan memengaruhi proses bisnis. Namun, masih ada beberapa masalah seperti kegagalan untuk membentuk model laba yang baik, turunnya skalabilitas, kurangnya perlindungan keamanan dan privasi, dan interoperabilitas yang buruk.


Perangkat IoT sering mengalami kerentanan keamanan yang menjadikannya sasaran empuk untuk serangan Distributed Denial of Service (DDoS). Perangkat IoT yang tidak diamankan memberikan sasaran empuk bagi penjahat dunia maya untuk mengeksploitasi perlindungan keamanan yang lemah untuk meretas mereka agar meluncurkan serangan DDoS.


Masalah lain dengan jaringan IoT saat ini adalah skalabilitas. Seiring bertambahnya jumlah perangkat yang terhubung melalui jaringan IoT, sistem terpusat saat ini untuk mengautentikasi, mengautorisasi, dan menghubungkan berbagai node dalam jaringan akan berubah menjadi hambatan. Hal ini akan membutuhkan investasi besar ke server yang dapat menangani pertukaran informasi dalam jumlah besar, dan seluruh jaringan bisa turun jika server menjadi tidak tersedia


Dari perspektif potensi, menurut statistik IDC di Amerika Serikat, peralatan instalasi IoT global mencapai 14.866 miliar unit pada tahun 2015, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 30 miliar unit dalam lima tahun. Dengan perangkat IoT yang diharapkan menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari kita di masa mendatang, sangat penting bagi organisasi untuk berinvestasi dalam mengatasi tantangan keamanan dan skalabilitas di atas.


Teknologi terobosan lain yaitu blockchain atau distributed ledger technology (DLT), memiliki potensi untuk membantu mengatasi beberapa tantangan keamanan dan skalabilitas IoT.


Bagaimana blockchain menyelesaikan tantangan keamanan dan skalabilitas IoT?


Jaringan IoT dapat memproses transaksi data di beberapa perangkat yang dimiliki dan dikelola oleh organisasi yang berbeda, sehingga sulit untuk menentukan sumber kebocoran data jika terjadi serangan oleh penjahat dunia maya. Selain itu, IoT menghasilkan data dalam jumlah besar, dan dengan banyak pemangku kepentingan yang terlibat, kepemilikan data tidak selalu jelas.


Dengan pengembangan blockchain, blockchain memiliki kesempatan untuk membawa pengembangan yang lebih baik untuk perangkat IoT. Blockchain dibutuhkan dalam komunikasi Internet karena tidak semua perangkat yang terhubung ke Internet saling terhubung. Memang, perangkat-perangkat tersebut berada dalam satu jaringan yang sama, tetapi tidak ada jalur komunikasi langsung di antaranya. Di sinilah blockchain dibutuhkan untuk membangun jalur komunikasi langsung antar perangkat agar dapat berfungsi seutuhnya. Sebagai contoh, blockchain dan IoT adalah sebuah jaringan yang terdistribusi. Mereka dapat menyelesaikan pengukuran nilai saat ini, sirkulasi, keamanan, dan interoperabilitas Internet sebagai penggerak utama melalui Teknologi Ledger Terdistribusi dan sistem ekonomi token. Jika Internet dan blockchain berjalan beriringan dengan baik, blockchain akan menjadi pendorong dan pemberdayaan bagi seluruh industri IoT.


Keuntungan menggunakan blockchain untuk IoT


Mengutip dari infografis yang dibuat IBM, ada tiga manfaat utama menggunakan blockchain untuk IoT. Tiga manfaat blockchain untuk IoT, menurut IBM: membangun kepercayaan, pengurangan biaya, dan percepatan transaksi.


Keuntungan Blockchain untuk IoT menurut infografis IBM

sumber: www.ibm.com/


Apa saja contoh blockchain-IoT dan kasus penggunaannya saat ini ?


Kombinasi blockchain dan IoT memiliki potensi luas untuk menciptakan pasar layanan antar perangkat dan memberi peluang pengembang untuk menciptakan nilai dari data yang dikumpulkan. Meningkatnya jumlah protokol blockchain yang muncul, kemitraan, dan penyedia perangkat IoT sudah menunjukkan bahwa ada kecocokan yang baik untuk blockchain di sektor IoT.


1. CoT

Chain of Things (CoT)

sumber: https://medium.com/cot-chainsofthings/


Chain of Things (CoT) adalah konsorsium ahli teknologi dan perusahaan blockchain terkemuka. CoT mengombinasi blockchain dan IoT yang menawarkan manfaat signifikan untuk aplikasi industri, lingkungan, dan kemanusiaan. Sejauh ini, CoT telah membangun Maru, blockchain terintegrasi dengan perangkat keras IoT untuk menyelesaikan masalah terkait identitas, keamanan, dan interoperabilitas. Ada tiga kasus penggunaan yang dikembangkan bernama Chain of Security, Chain of Solar dan Chain of Shipping.


2. IOTA


Internet of Things Application (IoTA)

sumber: https://www.securities.io/


IOTA atau Internet of Things Application adalah protokol untuk penyelesaian transaksi yang cepat dan integritas data, dengan buku Tangle Ledger yang menghilangkan kebutuhan untuk penambangan yang mahal (validasi transaksi). IOTA adalah infrastruktur yang menjanjikan untuk perangkat IoT yang perlu memproses data mikro dalam jumlah besar. Fitur Tangle Ledger, yang merupakan TLD yang mendukung IOTA, adalah komunikasi machine to machine, pembayaran mikro tanpa biaya, dan data tahan kuantum. IOTA telah membangun pasar data sensor dan memasuki pasar wawasan berbasis data, yang didukung oleh lebih dari 20 perusahaan global.


3. Riddle & Code


Riddle & Code

sumber: https://riddleandcode.com/


Riddle & Code menyediakan solusi penandaan kriptografi untuk blockchain dalam smart logistick dan manajemen rantai pasokan (supply chain). Bekerja pada integrasi antara perangkat IoT dan jaringan TLD. Riddle & Code menawarkan solusi perangkat keras dan perangkat lunak yang memungkinkan interaksi aman dan tepercaya dengan mesin IoT dipatenkan dan digabungkan. Teknologi ini menerobos kesenjangan digital untuk mencapai keseimbangan yang ditawarkan teknologi blockchain.


4. Modum.io

Modum.io

sumber: coinist.io


Modum.io menggabungkan sensor IoT dengan teknologi blockchain, memberikan integritas data untuk transaksi yang melibatkan produk fisik. Sensor modum merekam kondisi lingkungan, seperti suhu yang dikenakan barang saat dalam perjalanan. Ketika barang tiba di titik transit atau pelanggan akhir berikutnya, data sensor diverifikasi terhadap kondisi yang telah ditentukan sebelumnya dalam kontrak pintar di blockchain. Kontrak memvalidasi bahwa kondisi memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh pengirim, klien atau regulator yang memicu berbagai tindakan seperti pemberitahuan kepada pengirim dan penerima, pembayaran ataupun pengeluaran barang.


Apa saja yang menjadi pertimbangan untuk adopsi teknologi blockchain dan IoT ?


Seperti yang dijelaskan sebelumnya, masalah mendasar dengan sistem IoT saat ini adalah keamanannya. Dengan model client-server terpusat yang dikelola oleh otoritas pusat yang membuatnya rentan terhadap suatu masalah. Blockchain mengatasi masalah ini dengan memusatkan pengambilan keputusan ke jaringan perangkat bersama berbasis konsensus. Namun, saat merancang arsitektur untuk perangkat IoT dalam hubungannya dengan ledger tangle blockchain, ada tiga tantangan utama yang perlu dipertimbangkan:


1. Skalabilitas


Salah satu kesulitan krusial yang masih dihadapi oleh IoT adalah salah satu skala - bagaimana menangani sejumlah besar data yang dikumpulkan oleh jaringan sensor yang besar dan berpotensi menurunkan kecepatan pemrosesan transaksi atau latensi. Mendefinisikan model data yang jelas sebelumnya dapat menghemat waktu dan mencegah kesulitan saat membawa solusi ke dalam produksi.


2. Privasi jaringan dan kerahasiaan transaksi


Privasi riwayat transaksi di shared ledger untuk jaringan perangkat IoT tidak dapat dengan mudah diberikan di blockchain publik. Hal ini karena analisis pola transaksi dapat diterapkan untuk membuat kesimpulan tentang identitas pengguna atau perangkat publik.


3. Sensor


Keandalan sensor IoT berpotensi adanya gangguan pada pengukuran. Kita harus mengambil langkah untuk memastikan integritas perangkat IoT sehingga tidak dapat diubah oleh intervensi eksternal untuk mengamankan lingkungan yang aman untuk pencatatan dan juga transaksi data.


Kesimpulan

Jadi, blockchain dan IoT adalah teknologi baru dengan potensi yang besar, tetapi masih kurang dalam pengimplementasian secara luas karena masalah teknis dan keamanan. Beberapa perusahaan di pasar sudah mulai mengembangkan penggunaannya dengan menggabungkan kedua teknologi tersebut, karenanya blockchain dan IoT menawarkan cara untuk meminimalkan keamanan dan risiko bisnis yang ada.


Baca juga:

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda, Jika ada saran, kritik maupun pertanyaan silahkan kirim pesan ke:


PT. Karya Merapi Teknologi

contact@kmtech.id


Follow sosial media kami dan ambil bagian dalam berkarya untuk negeri!


YouTube: https://www.youtube.com/c/KMTekIndonesia

Instagram: https://www.instagram.com/kmtek.indonesia/

Facebook: https://www.facebook.com/kmtech.id

LinkedIn: https://www.linkedin.com/company/kmtek


Referensi:



487 views0 comments

Recent Posts

See All