top of page
Search

Mengenal Satellite IoT untuk Daerah Tanpa Jaringan: Konektivitas hingga Pelosok

13 minutes ago
4 min read

Satellite IoT
Sumber: Unsplash.com

Kenapa IoT Butuh Konektivitas Satelit

Internet of Things atau IoT membutuhkan konektivitas agar perangkat dapat mengirimkan data menuju sistem pemantauan atau server. Namun, jaringan seluler dan internet darat belum tersedia secara merata di semua wilayah. Kondisi tersebut membuat konektivitas satelit menjadi salah satu pilihan untuk perangkat yang berada di lokasi terpencil.


Satellite IoT memanfaatkan jaringan satelit untuk menghubungkan perangkat IoT dengan pusat pengolahan data. Perangkat sensor dapat mengumpulkan informasi dari lingkungan, kemudian mengirimkannya melalui koneksi satelit. Dengan pendekatan tersebut, perangkat tetap dapat berkomunikasi meskipun berada di wilayah yang tidak memiliki jaringan seluler.


Kebutuhan ini dapat ditemukan pada berbagai lingkungan seperti laut, hutan, area pertambangan, perkebunan, maupun infrastruktur yang berada jauh dari permukiman. Pada lokasi tersebut, pembangunan jaringan komunikasi terestrial dapat menghadapi kendala geografis dan biaya. Satelit dapat memberikan alternatif konektivitas tanpa membutuhkan infrastruktur darat di setiap titik.


Kehadiran konektivitas satelit juga dapat memperluas jangkauan penerapan IoT. Perangkat yang sebelumnya sulit terhubung dapat digunakan untuk mengirim data mengenai kondisi lingkungan, kendaraan, aset, atau peralatan. Dengan demikian, pemantauan tidak harus terbatas pada wilayah yang sudah memiliki jaringan komunikasi terestrial.


Cara Kerja Komunikasi IoT Via Satelit

Cara kerja Satellite IoT dimulai dari sensor yang mengumpulkan data sesuai kebutuhan aplikasi. Data tersebut dapat berupa posisi, suhu, kelembapan, kondisi peralatan, atau informasi lainnya. Perangkat IoT kemudian mempersiapkan data agar dapat dikirim menggunakan modul komunikasi yang mendukung koneksi satelit.


Data dari perangkat dikirim menuju satelit yang berada di orbit. Satelit kemudian meneruskan informasi tersebut menuju stasiun bumi atau infrastruktur jaringan yang terhubung dengan sistem pengolahan data. Setelah diterima, informasi dapat diproses dan ditampilkan pada platform pemantauan sesuai kebutuhan pengguna.


Perangkat Satellite IoT biasanya dirancang dengan konsumsi energi rendah karena banyak digunakan pada lokasi yang sulit mendapatkan sumber listrik. Sistem dapat mengirimkan data secara berkala, bukan terus-menerus. Frekuensi pengiriman disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi, ketersediaan energi, ukuran data, dan biaya komunikasi.


Beberapa sistem juga dapat mendukung komunikasi dua arah. Artinya, selain mengirim data dari perangkat menuju pusat, sistem dapat mengirim perintah kembali ke perangkat. Kemampuan tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan pemantauan dan pengendalian tertentu, bergantung pada teknologi satelit serta perangkat yang digunakan.


Perbandingan Satellite IoT dengan Jaringan Seluler dan LPWAN

Jaringan seluler memiliki keunggulan pada wilayah yang sudah memiliki infrastruktur operator. Teknologi ini dapat menyediakan kapasitas komunikasi yang cukup besar dan mendukung berbagai jenis perangkat. Namun, ketersediaannya bergantung pada cakupan jaringan. Area terpencil atau lokasi tertentu mungkin memiliki sinyal yang terbatas atau tidak tersedia.


LPWAN seperti LoRaWAN dirancang untuk komunikasi jarak jauh dengan konsumsi daya rendah. Teknologi tersebut cocok untuk sensor IoT yang mengirimkan data berukuran kecil. Namun, LPWAN tetap membutuhkan gateway atau infrastruktur jaringan yang berada dalam jangkauan perangkat. Kondisi geografis dapat membatasi cakupannya.


Satellite IoT memiliki karakteristik berbeda karena perangkat dapat berkomunikasi melalui jaringan satelit tanpa bergantung langsung pada menara seluler di lokasi pemasangan. Hal ini membuatnya menarik untuk area dengan infrastruktur komunikasi darat yang terbatas. Namun, biaya perangkat, layanan, dan kebutuhan energi perlu diperhitungkan.


Pemilihan teknologi tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan jarak jangkauan. Faktor lain seperti ukuran data, frekuensi pengiriman, kebutuhan waktu respons, konsumsi energi, kondisi geografis, biaya operasional, serta ketersediaan infrastruktur perlu dipertimbangkan. Setiap teknologi memiliki karakteristik yang sesuai untuk kebutuhan aplikasi yang berbeda.


Sektor yang Diuntungkan dari IoT Satelit

Sektor pertanian dapat menggunakan Satellite IoT untuk memantau lahan yang berada jauh dari jaringan komunikasi. Sensor dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai kondisi tanah, cuaca, atau lingkungan. Data tersebut dapat dikirim menuju pusat pemantauan sehingga kondisi lahan dapat dipantau dari lokasi berbeda.


Pada sektor pertambangan, perangkat IoT dapat ditempatkan pada area operasi yang luas dan jauh dari jaringan komunikasi umum. Sensor dapat digunakan untuk memantau peralatan, kendaraan, kondisi lingkungan, atau posisi aset. Konektivitas satelit dapat membantu mengirim informasi dari area yang sulit dijangkau jaringan terestrial.


Sektor maritim juga memiliki kebutuhan konektivitas yang tinggi karena kapal dan aset laut dapat bergerak jauh dari wilayah dengan jaringan seluler. Satellite IoT dapat digunakan untuk membantu pemantauan posisi, kondisi aset, maupun parameter tertentu selama perangkat berada dalam jangkauan layanan satelit.


Pengelolaan lingkungan juga dapat memanfaatkan teknologi ini. Sensor dapat ditempatkan di hutan, kawasan konservasi, atau lokasi pemantauan lainnya untuk mengumpulkan data. Satellite IoT memungkinkan informasi dari lokasi tersebut dikirim ke pusat pemantauan tanpa harus membangun jaringan komunikasi darat pada setiap titik.


Tantangan Implementasi IoT Satelit

Salah satu tantangan Satellite IoT adalah biaya. Perangkat komunikasi satelit dan layanan konektivitas dapat membutuhkan biaya yang berbeda dibandingkan jaringan terestrial. Perusahaan perlu menghitung biaya perangkat, layanan komunikasi, pemasangan, pemeliharaan, serta jumlah data yang akan dikirim.


Konsumsi energi juga menjadi perhatian. Perangkat yang berada di lokasi terpencil mungkin menggunakan panel surya atau sumber energi mandiri. Sistem komunikasi satelit perlu dirancang agar penggunaan energi tetap sesuai dengan kapasitas sumber daya yang tersedia, terutama jika perangkat harus beroperasi dalam waktu panjang.


Ukuran dan frekuensi data juga perlu diperhatikan. Banyak aplikasi Satellite IoT dirancang untuk mengirim data dalam jumlah kecil secara berkala. Pengiriman informasi yang terlalu sering atau terlalu besar dapat meningkatkan kebutuhan energi dan biaya layanan. Karena itu, data perlu dikirim sesuai kebutuhan aplikasi.

Satellite IoT
Sumber: Unsplash.com

Meskipun memiliki tantangan, Satellite IoT dapat menjadi solusi konektivitas bagi perangkat yang berada di luar jangkauan jaringan terestrial. Kombinasi sensor, perangkat komunikasi, satelit, dan platform pengolahan data memungkinkan pemantauan dilakukan dari berbagai lokasi. Perkembangan teknologi satelit berpotensi memperluas penggunaan IoT ke wilayah yang sebelumnya sulit terhubung. Semoga bermanfaat dan selamat berkarya!


PT. Karya Merapi Teknologi

 

Follow sosial media kami dan ambil bagian dalam berkarya untuk negeri!


Sumber:

 
 
 

Comments


Kami fokus dalam mendukung IoT Enthusiast untuk berkarya dan menghasilkan solusi teknologi, dari dan untuk negeri. Dalam perjalanannya, kami percaya bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam menghasilkan karya yang bermanfaat bagi bangsa.

Phone: +62 851-3920-2835

Email: contact@kmtech.id

Location: Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55752

RESOURCES

  • YouTube
  • Instagram
  • Facebook
  • LinkedIn

© 2023 by KMTek

bottom of page