top of page
Search

Mengenal Battery-Free IoT: Perangkat Pintar yang Beroperasi Tanpa Baterai

1 day ago
4 min read

Sumber: cnbc.com
Sumber: cnbc.com

Bagaimana Perangkat IoT Bisa Beroperasi Tanpa Baterai

Battery-Free IoT merupakan konsep perangkat Internet of Things yang dapat menjalankan fungsi tertentu tanpa menggunakan baterai sebagai sumber energi utama. Perangkat tetap membutuhkan energi, tetapi mendapatkannya dari lingkungan sekitar melalui teknologi energy harvesting. Pendekatan ini memungkinkan sensor dan perangkat kecil bekerja dengan kebutuhan daya yang sangat rendah.


Pada IoT konvensional, baterai digunakan untuk menyediakan energi bagi sensor, mikrokontroler, serta modul komunikasi. Masalah muncul ketika jumlah perangkat yang digunakan sangat banyak. Penggantian baterai secara berkala dapat membutuhkan biaya, tenaga, dan waktu, terutama jika perangkat ditempatkan di lokasi yang sulit dijangkau.


Battery-Free IoT mencoba mengatasi persoalan tersebut dengan memanfaatkan energi yang tersedia di lingkungan. Perangkat dapat mengambil energi dari cahaya, gelombang radio, panas, atau sumber lainnya. Energi yang diperoleh kemudian digunakan untuk melakukan aktivitas seperti membaca sensor, memproses data sederhana, atau mengirim informasi.


Konsep ini tidak berarti perangkat dapat bekerja tanpa batasan energi. Kemampuan perangkat sangat bergantung pada jumlah energi yang tersedia dan kebutuhan daya setiap komponen. Karena itu, sistem Battery-Free IoT biasanya dirancang dengan konsumsi energi yang sangat rendah agar dapat beroperasi menggunakan energi yang berhasil dipanen dari lingkungan.


Sumber Daya Alternatif Pengganti Baterai pada IoT

Salah satu sumber energi yang dapat digunakan adalah cahaya. Sel fotovoltaik berukuran kecil dapat mengubah energi cahaya menjadi energi listrik yang kemudian digunakan oleh perangkat. Sumber ini dapat menjadi pilihan untuk perangkat yang ditempatkan di lingkungan dengan pencahayaan cukup dan membutuhkan daya dalam jumlah kecil.


Gelombang radio juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Perangkat dapat menangkap energi dari sinyal radio yang berada di sekitarnya, kemudian menggunakannya untuk menjalankan fungsi tertentu. Pendekatan ini dapat digunakan pada sistem yang berkomunikasi menggunakan teknologi radio dengan kebutuhan daya rendah.


Sumber energi lainnya adalah panas dan perbedaan temperatur. Teknologi thermoelectric dapat digunakan untuk menghasilkan listrik dari perbedaan suhu antara dua sisi material. Sumber tersebut berpotensi digunakan pada lingkungan industri atau perangkat yang berada di dekat mesin yang menghasilkan panas.


Energi dari gerakan juga dapat dimanfaatkan melalui teknologi tertentu. Getaran, tekanan, atau gerakan mekanis dapat dikonversi menjadi energi listrik. Pemilihan sumber energi perlu mempertimbangkan lingkungan pemasangan, jumlah energi yang tersedia, pola penggunaan perangkat, serta kebutuhan komunikasi yang harus dilakukan.


Keunggulan Battery-Free IoT untuk Pemeliharaan Jangka Panjang

Salah satu keunggulan Battery-Free IoT adalah berkurangnya kebutuhan mengganti baterai secara berkala. Pada sistem dengan ribuan atau jutaan perangkat, penggantian baterai dapat menjadi pekerjaan besar. Dengan memanfaatkan sumber energi lingkungan, perangkat dapat dirancang agar mampu beroperasi dalam jangka panjang dengan kebutuhan pemeliharaan lebih rendah.


Pengurangan penggunaan baterai juga dapat membantu mengurangi limbah elektronik. Baterai yang sudah tidak digunakan perlu dikelola dan dibuang dengan cara yang sesuai. Jika perangkat dapat bekerja tanpa baterai konvensional, jumlah komponen yang harus diganti secara berkala dapat berkurang.


Battery-Free IoT juga menarik untuk perangkat yang ditempatkan pada lokasi sulit dijangkau. Sensor yang dipasang pada gudang, fasilitas industri, produk logistik, atau objek tertentu mungkin tidak mudah diakses. Sistem tanpa baterai dapat mengurangi kebutuhan melakukan kunjungan hanya untuk mengganti sumber daya.


Selain pemeliharaan, teknologi ini dapat mendukung penerapan IoT dalam jumlah besar. Jika kebutuhan penggantian baterai dapat dikurangi, perusahaan dapat lebih mudah mengelola perangkat yang tersebar di berbagai lokasi. Namun, desain perangkat tetap harus memperhitungkan ketersediaan energi agar sistem dapat bekerja secara konsisten.


Contoh Perangkat Battery-Free IoT yang Sudah Ada

Salah satu contoh teknologi yang berkaitan dengan Battery-Free IoT adalah sensor dan perangkat ambient IoT. Perangkat tersebut dirancang untuk memperoleh energi dari lingkungan dan menjalankan fungsi tertentu dengan konsumsi daya sangat rendah. Teknologi ini dapat digunakan untuk memberikan identitas digital pada objek yang sebelumnya tidak memiliki konektivitas.


Dalam sektor retail, perangkat tanpa baterai dapat digunakan pada label atau produk tertentu. Informasi dari objek dapat dibaca melalui sistem yang sesuai sehingga keberadaan dan pergerakannya dapat dipantau. Pendekatan tersebut dapat membantu pengelolaan inventaris tanpa harus memasang baterai pada setiap objek.


Pada bidang logistik, teknologi serupa dapat digunakan untuk membantu pelacakan barang. Perangkat atau label pintar dapat dirancang agar dapat berkomunikasi ketika memperoleh energi dari pembaca atau lingkungan sekitar. Sistem kemudian memperoleh informasi mengenai identitas atau kondisi objek yang sedang dipantau.


Perangkat Battery-Free IoT juga dapat diterapkan pada sensor lingkungan dengan kebutuhan daya sangat rendah. Sensor dapat dirancang untuk aktif ketika energi tersedia, melakukan pengukuran, kemudian mengirimkan hasilnya. Pola kerja seperti ini memungkinkan perangkat menghemat energi dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi sumber daya.


Keterbatasan Daya yang Masih Jadi Kendala

Keterbatasan energi menjadi tantangan utama Battery-Free IoT. Sumber energi lingkungan tidak selalu tersedia dalam jumlah yang sama. Cahaya dapat berubah berdasarkan waktu, gelombang radio bergantung pada lingkungan, sedangkan panas dan gerakan juga dapat mengalami perubahan.


Karena itu, perangkat harus dirancang dengan konsumsi daya yang sangat rendah. Komponen sensor, prosesor, dan komunikasi perlu dipilih berdasarkan kebutuhan energi. Sistem juga dapat menggunakan teknik seperti sleep mode agar perangkat hanya aktif ketika dibutuhkan atau ketika energi yang tersedia telah mencukupi.


Keterbatasan energi juga dapat memengaruhi kemampuan komunikasi. Mengirim data melalui jaringan membutuhkan energi tertentu sehingga perangkat Battery-Free IoT mungkin tidak dapat mengirim informasi secara terus-menerus. Sistem biasanya perlu mengatur frekuensi pengiriman agar sesuai dengan energi yang dapat diperoleh.

Battery-Free IoT
Sumber: Unsplash.com

Pada akhirnya, Battery-Free IoT menawarkan pendekatan untuk membangun perangkat pintar yang membutuhkan lebih sedikit pemeliharaan. Teknologi energy harvesting memungkinkan perangkat memanfaatkan sumber energi di sekitarnya untuk menjalankan fungsi tertentu. Walaupun masih memiliki keterbatasan daya, perkembangan teknologi dapat memperluas penggunaannya pada retail, logistik, industri, dan berbagai aplikasi IoT lainnya. Semoga bermanfaat dan selamat berkarya!


PT. Karya Merapi Teknologi

 

Follow sosial media kami dan ambil bagian dalam berkarya untuk negeri!


Sumber:

 
 
 

Comments


Kami fokus dalam mendukung IoT Enthusiast untuk berkarya dan menghasilkan solusi teknologi, dari dan untuk negeri. Dalam perjalanannya, kami percaya bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam menghasilkan karya yang bermanfaat bagi bangsa.

Phone: +62 851-3920-2835

Email: contact@kmtech.id

Location: Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55752

RESOURCES

  • YouTube
  • Instagram
  • Facebook
  • LinkedIn

© 2023 by KMTek

bottom of page