top of page
Search

Proyek IoT dalam Konservasi Energi: Membangun Sistem Otomatisasi Penyalaan Lampu di Sekolah


Sumber: Asmag.com

Konservasi energi adalah salah satu aspek penting dalam upaya menjaga lingkungan dan mengurangi biaya operasional. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan mengotomatisasi penggunaan energi, terutama dalam penggunaan lampu. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana merancang proyek Internet of Things (IoT) sederhana untuk mengotomatisasi penyalaan lampu di sebuah sekolah menggunakan perangkat Wemos dan platform Blynk.


Komponen Dan Peralatan Yang Diperlukan

Sumber: Project Lab

Berikut adalah komponen-komponen yang dibutuhkan untuk merancang proyek IoT otomatisasi penyalaan lampu di sekolah dengan Wemos dan Blynk:

  • Wemos D1 Mini: Papan mikrokontroler berbasis ESP8266 yang akan digunakan sebagai otak proyek IoT Anda.

  • Relay Module: Module relay digunakan untuk mengontrol daya listrik dan mengaktifkan atau menonaktifkan lampu.

  • Sensor Cahaya: Sensor cahaya digunakan untuk mendeteksi tingkat pencahayaan di sekitar sekolah. Sensor ini akan membantu sistem untuk mengatur lampu sesuai kebutuhan.

  • Aplikasi Blynk: Unduh aplikasi Blynk di smartphone atau perangkat lainnya yang akan digunakan untuk mengendalikan sistem IoT.

  • Kabel dan Penghubung: Anda akan memerlukan kabel dan penghubung seperti jumper wires untuk menghubungkan komponen-komponen elektronik tersebut.

  • Komputer dengan Arduino IDE: Anda memerlukan komputer dengan Arduino IDE yang terinstal untuk menulis dan mengunggah kode ke Wemos D1 Mini.


Rangkaian Antar Komponen

Rangkaian komponen untuk proyek otomatisasi penyalaan lampu di sekolah menggunakan Wemos D1 Mini, relay module, dan sensor cahaya adalah sebagai berikut:


  1. Hubungkan Wemos D1 Mini ke sumber daya listrik yang sesuai menggunakan kabel USB micro.

  2. Sambungkan relay module ke Wemos D1 Mini menggunakan jumper wires. Biasanya, relay module memiliki tiga kaki: VCC, GND, dan IN (atau Signal).

  3. Sambungkan kabel VCC relay ke pin 5V pada Wemos D1 Mini.

  4. Sambungkan kabel GND relay ke pin GND pada Wemos D1 Mini.

  5. Sambungkan kabel IN (atau Signal) relay ke salah satu pin digital pada Wemos D1 Mini, misalnya, pin D1.


Sensor Cahaya:

Sumber: Erudisi
  1. Hubungkan sensor cahaya ke Wemos D1 Mini menggunakan jumper wires.

  2. Sensor cahaya biasanya memiliki dua kaki: VCC dan OUT.

  3. Sambungkan kabel VCC sensor cahaya ke pin 3.3V pada Wemos D1 Mini.

  4. Sambungkan kabel OUT sensor cahaya ke salah satu pin analog pada Wemos D1 Mini, misalnya pin A0.


Rangkaian Pada Lampu:

  1. Hubungkan lampu yang akan diotomatisasi ke relay module. Salah satu kabel lampu harus terhubung ke terminal komponen NC (Normally Closed) pada relay, sedangkan kabel lainnya terhubung ke terminal komponen COM (Common) pada relay.

  2. Pastikan lampu juga terhubung ke sumber daya listrik yang sesuai.


Mempersiapkan Antarmuka Blynk

Sumber: Blynk Documentation

Untuk merancang antarmuka Blynk dalam proyek otomatisasi penyalaan lampu di sekolah, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Buat Proyek Baru:

    1. Pada layar awal aplikasi, ketuk tombol "+" untuk membuat proyek baru.

    2. Berikan nama proyek Anda, misalnya "Otomatisasi Lampu Sekolah."

    3. Pilih papan mikrokontroler yang sesuai. Dalam hal ini, Anda dapat memilih "ESP8266" karena Anda menggunakan Wemos D1 Mini.

  2. Token Proyek:

    1. Setelah Anda membuat proyek, Anda akan menerima email dengan token proyek Blynk. Pastikan untuk menyalin token ini karena akan digunakan dalam kode Arduino Anda untuk menghubungkan proyek Anda dengan Blynk.

  3. Tambahkan Tombol Kontrol:

    1. Di antarmuka proyek Blynk Anda, ketuk tombol "Tombol" dari daftar widget yang tersedia.

  4. Konfigurasi Tombol:

    1. Ketuk tombol yang telah Anda tambahkan di layar proyek.

    2. Di panel konfigurasi, Anda dapat memberikan nama tombol seperti "Kontrol Lampu."

    3. Atur mode operasi tombol sebagai "Switch"

    4. Di bawah opsi "Pin Output" pilih pin virtual yang akan digunakan untuk mengendalikan relay. Misalnya, Anda dapat menggunakan pin virtual V1.

  5. Simpan Proyek:

    1. Setelah Anda merancang antarmuka sesuai dengan kebutuhan, pastikan untuk menyimpan proyek Anda.


Penulisan Script

Setelah semua komponen terhubung dengan benar, Anda dapat mulai menulis kode Arduino untuk mengendalikan proyek ini. Pastikan Anda telah mengatur aplikasi Blynk dan memiliki token proyek yang diperlukan untuk menghubungkan proyek Anda dengan platform Blynk.

Sumber: Arduino

Berikut adalah contoh script program dalam bahasa Arduino untuk proyek otomatisasi penyalaan lampu di sekolah menggunakan Wemos D1 Mini, relay module, sensor cahaya, dan platform Blynk:

#include <BlynkSimpleEsp8266.h>  // Library Blynk untuk ESP8266
#include <ESP8266WiFi.h>         // Library WiFi untuk ESP8266
#include <Wire.h>                // Library untuk sensor cahaya (jika digunakan)

char auth[] = "TOKEN_ANDA";  // Ganti dengan token proyek Blynk Anda
char ssid[] = "NAMA_WIFI_ANDA";     // Nama WiFi
char pass[] = "PASSWORD_WIFI_ANDA"; // Password WiFi

int pinRelay = D1;    // Pin relay terhubung ke pin D1 pada Wemos D1 Mini
int pinSensorCahaya = A0; // Pin sensor cahaya terhubung ke pin A0 pada Wemos D1 Mini

void setup()
{
  Blynk.begin(auth, ssid, pass);  // Memulai koneksi ke server Blynk
  
  pinMode(pinRelay, OUTPUT);      // Mengatur pin relay sebagai OUTPUT
 pinMode(pinSensorCahaya, INPUT); // Mengatur pin sensor cahaya sebagai INPUT
}

void loop()
{
  Blynk.run();  // Memproses komunikasi Blynk

  int nilaiSensorCahaya = analogRead(pinSensorCahaya); // Membaca nilai sensor cahaya
  // Anda mungkin perlu menyesuaikan nilai-nilai ambang sesuai dengan kondisi nyata di sekolah Anda
  int ambangGelap = 500; // Nilai ambang ketika dinyalakan dalam kondisi gelap
  int ambangTerang = 800; // Nilai ambang ketika dimatikan dalam kondisi terang
  
  // Menggunakan sensor cahaya untuk mengontrol lampu
  if (nilaiSensorCahaya < ambangGelap)
  {
    // Ketika kondisi gelap, nyalakan lampu dengan mengaktifkan relay
   digitalWrite(pinRelay, HIGH);
  }
  else if (nilaiSensorCahaya > ambangTerang)
  {
    // Ketika kondisi terang, matikan lampu dengan menonaktifkan relay
   digitalWrite(pinRelay, LOW);
  }
}

Pastikan untuk mengganti `TOKEN_ANDA`, `NAMA_WIFI_ANDA`, dan `PASSWORD_WIFI_ANDA` dengan informasi yang sesuai untuk proyek Anda. Kode di atas akan menghubungkan Wemos D1 Mini Anda ke server Blynk dan mengendalikan relay berdasarkan tingkat pencahayaan yang dideteksi oleh sensor cahaya. Anda juga dapat menyesuaikan nilai-nilai ambang ("ambangGelap" dan "ambangTerang") sesuai dengan kondisi nyata di lokasi sekolah Anda. Setelah mengunggah kode ini ke Wemos D1 Mini, Anda dapat mengontrol lampu secara otomatis melalui aplikasi Blynk.


Pengujian Alat

Untuk melakukan percobaan pengujian alat proyek otomatisasi penyalaan lampu, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Nyalakan sumber daya untuk Wemos D1 Mini. Wemos D1 Mini akan mulai menjalankan kode yang telah diunggah.

  2. Buka proyek Blynk yang telah Anda buat sebelumnya untuk proyek otomatisasi penyalaan lampu.

  3. Dalam proyek Blynk, Anda akan melihat tombol atau widget yang Anda buat sebelumnya untuk mengendalikan otomatisasi lampu. Cobalah untuk menekan tombol tersebut dan perhatikan apakah lampu yang diotomatisasi berubah keadaan (nyala atau mati) sesuai dengan perintah yang Anda berikan melalui aplikasi Blynk.

  4. Selanjutnya, cobalah mengubah tingkat pencahayaan di sekitar sensor cahaya. Anda dapat melakukan pengujian ini dengan menutupi sensor cahaya Anda atau membawanya ke dalam ruangan yang lebih gelap atau lebih terang. Perhatikan apakah lampu yang diotomatisasi merespons perubahan tingkat pencahayaan dengan benar. Ketika sensor cahaya mendeteksi kondisi gelap, lampu harus menyala, dan sebaliknya, ketika sensor cahaya mendeteksi kondisi terang, lampu harus mati.


Selama pengujian, amati juga respons dan waktu tindakan lampu. Pastikan lampu beralih dengan cepat dan sesuai dengan kondisi pencahayaan yang ada. Jika ada masalah atau ketidaksesuaian dalam respons sistem, Anda dapat mengubah nilai-nilai ambang dalam kode Arduino untuk meningkatkan kinerja sistem sesuai dengan kondisi di sekolah Anda. Pastikan juga koneksi internet stabil, karena proyek ini menggunakan Blynk untuk mengendalikan perangkat secara jarak jauh melalui internet.


Dengan melakukan langkah-langkah di atas, Anda dapat menguji dan memastikan bahwa proyek otomatisasi penyalaan lampu Anda berfungsi dengan baik dan sesuai dengan tujuan konservasi energi di sekolah Anda. Jika ada masalah atau perlu pengoptimalan lebih lanjut, Anda dapat kembali ke kode Arduino dan aturan Blynk untuk penyesuaian lebih lanjut.


Kesimpulan

Proyek ini merupakan langkah positif dalam upaya konservasi energi dan pengurangan biaya operasional di sekolah atau lingkungan yang memerlukan penggunaan lampu. Dengan menggunakan teknologi IoT dan platform Blynk, proyek ini memberikan cara yang cerdas dan efisien untuk mengontrol lampu secara otomatis, sesuai dengan kondisi pencahayaan yang ada. Semoga proyek ini bermanfaat dan dapat diterapkan dengan sukses di sekolah atau tempat lainnya. Semoga bermanfaat dan Selamat Berkarya!


PT. Karya Merapi Teknologi



Sumber:


27 views0 comments

Kommentare


bottom of page