top of page
Search

Mengenal Bahasa Pemrograman HTML, CSS, dan JavaScript

Updated: Aug 22, 2023


Sumber: https://www.udemy.com/

Dalam dunia teknologi informasi dan pengembangan web, terdapat tiga bahasa pemrograman yang menjadi landasan utama dalam membangun situs web interaktif dan menarik yaitu HTML, CSS, dan JavaScript. Ketiga bahasa ini memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi untuk menciptakan pengalaman pengguna yang optimal. Dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih dalam tentang ketiga bahasa pemrograman ini beserta penjelasan lengkap terhadap masing-masing bahasa pemrograman tersebut.


HTML (HyperText Markup Language)

HTML atau Hypertext Markup Language adalah bahasa pemrograman pertama yang harus dipahami oleh setiap pengembang web. Mengapa demikian? Karena HTML merupakan tulang punggung dari semua halaman web yang kita lihat. Ini adalah bahasa yang digunakan untuk membangun struktur dasar halaman web, mengatur elemen-elemen, dan menghubungkan mereka satu sama lain. HTML bekerja dengan menggunakan tag (penanda) yang diletakkan di dalam tanda '<' dan '>'.

Setiap elemen dalam HTML memiliki fungsi dan makna tertentu. Sebagai contoh, tag '<h1>' sampai '<h6>' digunakan untuk memberi judul dengan ukuran yang berbeda, '<p>' untuk membuat paragraf teks, '<img>' untuk menampilkan gambar, dan '<a>' untuk membuat tautan. Penggunaan tag yang tepat dan penempatannya dalam hierarki yang benar sangat penting dalam membangun struktur halaman web yang baik.

Sumber: www.devopsschool.com
  • Struktur Dasar HTML

Setiap halaman web diawali dengan elemen-elemen dasar HTML. Berikut adalah contoh struktur dasar HTML:

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
    <title>Judul Halaman</title>
</head>
<body>
    <h1>Selamat Datang di Situs Web Saya</h1>
    <p>Ini adalah contoh paragraf.</p>
</body>
</html>                                                                               
  • `<!DOCTYPE html>`: Mendefinisikan tipe dokumen sebagai HTML5.

  • `<html>`: Elemen induk yang membungkus seluruh isi halaman.

  • `<head>`: Bagian yang berisi informasi meta dan tautan terkait halaman.

  • `<title>`: Menentukan judul yang ditampilkan pada tab browser.

  • `<body>`: Bagian konten utama yang ditampilkan kepada pengguna.

  • `<h1>` dan `<p>`: Contoh elemen teks untuk judul dan paragraf.


  • Elemen dan Tag dalam HTML

HTML memiliki beragam elemen dan tag yang memungkinkan pengembang untuk memformat dan mengatur tampilan halaman. Beberapa contoh elemen penting adalah:

  • `<h1>`, `<h2>`, ..., `<h6>`: Mendefinisikan judul dengan tingkat kepentingan yang berbeda.

  • `<p>`: Membuat paragraf teks.

  • `<a>`: Membuat tautan (hyperlink) ke halaman lain.

  • `<img>`: Menyisipkan gambar dalam halaman.

  • `<ul>` dan `<ol>`: Membuat daftar tidak berurutan (unordered) dan berurutan (orderepd).

  • `<li>`: Elemen dalam daftar (list item).

  • `<div>` dan `<span>`: Elemen pemisah untuk mengelompokkan dan memanipulasi konten.

  • `<form>`: Membuat formulir interaktif untuk mengumpulkan data dari pengguna.


CSS (Cascading Style Sheets)

Sumber: camo.githubusercontent.com

CSS, atau Cascading Style Sheets, adalah bahasa yang digunakan untuk mengatur tampilan atau gaya suatu halaman web yang telah dibangun menggunakan HTML. Dengan CSS, pengembang dapat mengontrol warna, ukuran, tata letak, dan elemen visual lainnya pada halaman. Jika HTML bertanggung jawab atas struktur, maka CSS atau Cascading Style Sheets bertanggung jawab atas tampilan visual dari halaman web. Dengan CSS, Anda dapat mengendalikan segala aspek dari warna, jenis font, tata letak, hingga efek transisi pada elemen-elemen yang ada dalam halaman web. Keuntungan utama dari penggunaan CSS adalah kemampuannya untuk memisahkan tampilan dari struktur, yang memungkinkan perubahan tampilan yang konsisten tanpa harus merubah kode HTML.


CSS bekerja dengan menggunakan aturan-aturan yang menghubungkan elemen HTML dengan properti-properti tampilan. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan CSS untuk memilih elemen '<h1>' dan memberikan properti font-size dengan nilai tertentu, atau menentukan warna latar belakang halaman dengan mengarahkan pada elemen '<body>'. Dengan adanya CSS, pengembang web dapat memberikan tampilan yang menarik dan konsisten pada halaman-halaman web mereka.


  • Memahami CSS

CSS bekerja dengan memilih elemen HTML dan memberikan aturan atau properti gaya kepada elemen tersebut. Aturan gaya ini terdiri dari pasangan "nama properti" dan "nilai properti". Contoh sederhana:

p {
    color: blue;
    font-size: 16px;
    margin-bottom: 20px;
}

Dalam contoh di atas, semua elemen `<p>` (paragraf) akan memiliki teks berwarna biru, ukuran font '16px', dan margin bawah sebesar '20px'.

  • Selektor CSS

Selektor CSS digunakan untuk menentukan elemen mana yang akan diberi gaya. Beberapa jenis selektor yang umum digunakan meliputi:

  • Nama Tag: Memilih semua elemen dengan tag yang sesuai (misalnya `p` untuk paragraf).

  • Class: Memilih elemen-elemen dengan atribut class tertentu (misalnya `header`).

  • ID: Memilih elemen dengan atribut ID tertentu (misalnya `#judul`).

  • Kombinasi: Menggabungkan beberapa selektor untuk target yang lebih spesifik (misalnya `ul.navbar li`).

  • Box Model

Konsep penting dalam CSS adalah "box model", yang menggambarkan bagaimana setiap elemen HTML dianggap sebagai sebuah kotak yang dapat diatur ukuran dan tata letaknya. Box model terdiri dari "margin", "border", "padding", dan "content".


JavaScript

Sumber: thesafety.u

JavaScript adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk memberikan interaktivitas pada halaman web. Dengan JavaScript, Anda dapat mengontrol perilaku halaman, mengambil dan memanipulasi data, serta merespons interaksi pengguna. Ketika tiba pada interaktivitas dan fungsionalitas dinamis, JavaScript adalah bahasa pemrograman yang menjadi pilihan utama. JavaScript memberikan kemampuan kepada pengembang web untuk membuat efek animasi, validasi formulir, dan merespons tindakan pengguna secara real-time. Bahkan, halaman web yang penuh dengan interaksi seperti Google Maps atau platform media sosial, sangat mengandalkan JavaScript.

Bahasa pemrograman ini memungkinkan Anda mengontrol perilaku elemen-elemen di halaman web secara dinamis. Anda bisa mengubah isi elemen, menambahkan atau menghapus elemen, dan bahkan mengambil data dari server tanpa harus melakukan pembaruan halaman. Ini semua bisa terjadi karena JavaScript dijalankan di sisi klien (di browser pengguna).

Misalnya, Anda dapat menggunakan JavaScript untuk membuat kotak pesan muncul saat pengguna mengklik tombol, atau mengubah tampilan gambar saat pengguna meletakkan kursor di atasnya. Dalam beberapa kasus, JavaScript juga digunakan untuk berkomunikasi dengan server dan memperbarui data pada halaman tanpa perlu me-reload seluruh halaman.


  • Menyisipkan JavaScript

JavaScript dapat disisipkan langsung ke dalam halaman HTML atau disimpan dalam file terpisah dengan ekstensi `.js`. Contoh penyisipan langsung:

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
    <title>Contoh JavaScript</title>
    <script>
        // Kode JavaScript Anda di sini
    </script>
</head>
<body>
    <button onclick="alert('Tombol diklik')">Klik Saya</button>
</body>
</html>
  • Interaksi dengan Pengguna

JavaScript memungkinkan Anda untuk merespons tindakan pengguna. Contoh sederhana adalah tampilan pesan peringatan saat tombol diklik, seperti pada contoh di atas. Anda juga dapat mengubah konten halaman, menganimasikan elemen, dan mengelola formulir.

  • Manipulasi DOM

DOM (Document Object Model) adalah representasi struktur halaman web dalam bentuk objek yang dapat dimanipulasi dengan JavaScript. Dengan DOM, Anda dapat mengubah konten, menambah atau menghapus elemen, dan mengatur atribut.


  • Asynchronous JavaScript

Sumber: https://medium.com/

JavaScript juga mendukung operasi asynchronous, yang memungkinkan eksekusi kode tanpa harus menunggu tugas sebelumnya selesai. Ini berguna untuk mengambil data dari server atau menjalankan tugas yang memerlukan waktu, tanpa memblokir halaman.


Kesimpulan

Dalam pengembangan web modern, HTML, CSS, dan JavaScript merupakan tiga bahasa pemrograman utama yang bekerja bersama untuk menciptakan pengalaman pengguna yang interaktif dan menarik. HTML digunakan untuk membangun struktur halaman, CSS untuk mengatur tampilan dan gaya, dan JavaScript untuk memberikan interaktivitas. Dengan pemahaman yang baik tentang ketiga bahasa ini, Anda dapat mengembangkan situs web yang kreatif dan fungsional sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda. Semoga bermanfaat dan selamat berkarya!


PT. Karya Merapi Teknologi



Sumber:


119 views0 comments

Comments


bottom of page