top of page
Search

Membuat Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis dengan IoT untuk Proyek Pertanian Sekolah


Sumber: store.sirclo.com

Pertanian adalah salah satu pilar utama dalam pemenuhan kebutuhan pangan manusia. Namun, tantangan dalam menjaga produktivitas pertanian sering kali muncul akibat keterbatasan sumber daya manusia dan pemantauan yang kurang efektif. Salah satu solusi modern yang dapat diterapkan dalam meningkatkan efisiensi pertanian adalah menggunakan Internet of Things (IoT) untuk menciptakan sistem otomatisasi yang terintegrasi. Dalam artikel KMTek ini, kami akan membahas tentang bagaimana membangun sistem penyiraman tanaman otomatis menggunakan perangkat mikrokontroler NodeMCU dan aplikasi Blynk, khususnya untuk proyek pertanian di lingkungan sekolah.


Mengapa IoT untuk Pertanian?

Internet of Things (IoT) merujuk pada jaringan perangkat fisik yang terhubung dan dapat saling berkomunikasi melalui internet. Dalam konteks pertanian, IoT dapat digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan kebutuhan air tanaman. Dengan informasi ini, sistem otomatisasi dapat diatur untuk mengoptimalkan penyiraman tanaman dan menghasilkan hasil panen yang lebih baik. Khususnya di lingkungan sekolah, proyek semacam ini tidak hanya memberikan pendidikan tentang teknologi modern kepada siswa, tetapi juga mengajarkan mereka tentang pentingnya pertanian berkelanjutan.


Komponen Utama Sistem

  • Mikrokontroler NodeMCU

Mikrokontroler NodeMCU merupakan salah satu platform yang populer untuk proyek-proyek IoT. Dibangun di atas modul ESP8266, NodeMCU memiliki kemampuan Wi-Fi yang memungkinkan perangkat untuk terhubung dengan jaringan dan mengirimkan serta menerima data secara nirkabel. Dengan daya komputasi yang cukup, NodeMCU dapat digunakan untuk mengontrol berbagai aspek sistem penyiraman tanaman.

  • Sensor Lingkungan

Sumber: www.aecl.com

Dalam sistem penyiraman tanaman otomatis menggunakan IoT dengan mikrokontroler NodeMCU, beberapa sensor yang umumnya digunakan adalah:

  • Sensor Kelembapan Tanah: Sensor ini mengukur tingkat kelembapan tanah di sekitar akar tanaman. Data ini penting untuk menentukan kapan tanaman perlu disiram. Ketika kelembapan tanah turun di bawah ambang batas tertentu, sistem akan mengaktifkan penyiraman.

  • Sensor Intensitas Cahaya: Sensor ini mengukur intensitas cahaya di sekitar tanaman. Data ini berguna untuk memantau apakah tanaman menerima cahaya yang cukup untuk fotosintesis. Hal ini dapat membantu mengatur waktu penyiraman dan lokasi tanaman.

  • Sensor pH Tanah: Sensor pH tanah digunakan untuk mengukur tingkat keasaman atau kebasaan tanah. Tanaman memiliki preferensi pH yang berbeda-beda, dan sensor ini membantu memantau apakah pH tanah berada dalam kisaran yang sesuai.

  • Sensor Nutrisi Tanaman: Beberapa sensor juga dapat digunakan untuk mengukur tingkat nutrisi tertentu di tanah, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Data ini penting untuk memastikan tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup.


  • Modul Pompa Air

Sumber: Amazon

Modul pompa air akan mengontrol aliran air menuju tanaman. Melalui NodeMCU, pompa air dapat diaktifkan atau dinonaktifkan berdasarkan data dari sensor kelembaban tanah. Hal ini memastikan bahwa tanaman hanya disiram saat dibutuhkan, menghindari pemborosan air.

  • Aplikasi Blynk

Blynk adalah platform IoT yang memungkinkan Anda untuk membuat aplikasi seluler yang terhubung dengan perangkat IoT. Dengan menggunakan Blynk, Anda dapat dengan mudah membuat antarmuka pengguna yang memungkinkan Anda mengontrol dan memantau sistem penyiraman tanaman secara jarak jauh.


Langkah-Langkah Implementasi

Sumber: Power&beyond

Setelah semua komponen utama disiapkan maka selanjutnya kita akan masuk ke tahap implementasi.


Persiapan Hardware

Langkah pertama adalah melakukan persiapan hardware. Sambungkan sensor-sensor seperti sensor kelembapan tanah dan suhu ke NodeMCU. Selanjutnya, hubungkan modul pompa air untuk mengatur aliran air ke tanaman. Pastikan semua komponen terhubung dengan benar. Berikut adalah rician rangkaiannya:


Rangkaian hardware untuk sistem penyiraman tanaman otomatis menggunakan mikrokontroler NodeMCU dan sensor-sensor lingkungan dapat diatur sebagai berikut:

  • Sensor Kelembaban Tanah:

    1. Sambungkan pin VCC sensor ke pin 3V3 pada NodeMCU.

    2. Sambungkan pin GND sensor ke pin GND pada NodeMCU.

    3. Sambungkan pin AO (Analog Output) sensor ke salah satu pin analog pada NodeMCU, misalnya pin A0.

  • Modul Pompa Air:

    1. Sambungkan pin VCC modul pompa air ke pin 5V pada NodeMCU.

    2. Sambungkan pin GND modul pompa air ke pin GND pada NodeMCU.

    3. Sambungkan pin IN modul pompa air ke salah satu pin digital pada NodeMCU, misalnya pin D4.

  • Sensor pH Tanah:

    1. Sambungkan pin VCC sensor ke pin 3V3 pada NodeMCU.

    2. Sambungkan pin GND sensor ke pin GND pada NodeMCU.

    3. Sambungkan pin D0 sensor ke salah satu pin digital pada NodeMCU, misalnya pin D5.

  • Sensor Nutrisi Tanaman:

    1. Sambungkan pin VCC sensor ke pin 3V3 pada NodeMCU.

    2. Sambungkan pin GND sensor ke pin GND pada NodeMCU.

    3. Sambungkan pin AO (Analog Output) sensor ke salah satu pin analog pada NodeMCU, misalnya pin A2.

  • Catu Daya:

    1. Sambungkan kabel VCC (positif) ke pin 5V pada NodeMCU.

    2. Sambungkan kabel GND (ground) ke pin GND pada NodeMCU.

Pastikan untuk menghubungkan kabel dengan benar dan mengikuti skema koneksi yang telah ditentukan oleh masing-masing sensor dan modul. Setelah semua komponen terhubung, Anda dapat memprogram mikrokontroler NodeMCU untuk membaca data dari sensor-sensor tersebut dan mengontrol modul pompa air sesuai dengan logika yang telah Anda tentukan.


Setup Aplikasi Blynk

Sumber: Blynk

Perancangan aplikasi Blynk untuk mengontrol dan memantau sistem penyiraman tanaman otomatis menggunakan mikrokontroler NodeMCU dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut:


Langkah 1: Buat Proyek Baru di Blynk

  1. Buka Aplikasi Blynk: Buka aplikasi Blynk di perangkat Anda.

  2. Buat Proyek Baru: Pada layar utama, pilih "Create New Project" untuk membuat proyek baru.

  3. Pilih Perangkat: Pilih perangkat hardware yang sesuai dengan proyek Anda. Dalam hal ini, pilih "NodeMCU".

Langkah 2: Tambahkan Elemen UI

  1. Tombol Kontrol Penyiraman Manual: Tambahkan elemen tombol (Button) ke proyek Anda. Ubah label tombol menjadi "Penyiraman Manual" atau sesuai dengan preferensi Anda.

  2. Grafik Kelembaban Tanah: Tambahkan elemen grafik (Graph) ke proyek Anda. Ini akan digunakan untuk memantau data kelembaban tanah dari waktu ke waktu.

Langkah 3: Konfigurasi Elemen UI

  1. Tombol Kontrol Penyiraman Manual:

    1. Pilih elemen tombol dan buka pengaturannya.

    2. Konfigurasikan tombol untuk mengirimkan perintah tertentu ke NodeMCU ketika ditekan.

    3. Misalnya, Anda dapat mengatur tombol untuk mengirimkan sinyal "1" ketika ditekan.

  2. Grafik Kelembaban Tanah:

    1. Pilih elemen grafik dan buka pengaturannya.

    2. Beri grafik nama yang sesuai, seperti "Kelembaban Tanah".

    3. Tentukan jenis data yang akan ditampilkan pada sumbu X dan sumbu Y (misalnya, waktu dan nilai kelembaban).

Langkah 4: Dapatkan Token Autentikasi

Setelah Anda membuat proyek, Anda akan diberikan token autentikasi. Token ini akan digunakan oleh NodeMCU untuk terhubung ke proyek Blynk Anda.


Pengkodean NodeMCU

Sumber: Lotguider

NodeMCU perlu diprogram agar dapat mengambil data dari sensor-sensor lingkungan dan mengontrol modul pompa air. Dalam bahasa pemrograman Arduino, Anda dapat menggunakan bahasa C/C++ untuk mengatur logika kerja sistem. Program ini harus mengambil data dari sensor kelembapan tanah; jika kelembapan di bawah ambang batas, NodeMCU harus mengaktifkan pompa air.


Berikut adalah contoh sederhana pembuatan program untuk sistem penyiraman tanaman otomatis menggunakan mikrokontroler NodeMCU dan aplikasi Blynk. Pastikan Anda telah mengatur koneksi WiFi dan mendapatkan token autentikasi dari proyek Blynk Anda sebelum membuat program ini. Anda dapat menyesuaikan kode ini sesuai dengan komponen dan kebutuhan proyek Anda.

#include <ESP8266WiFi.h>
#include <BlynkSimpleEsp8266.h>

char auth[] = "TOKEN_AUTENTIKASI_BLYNK";
char ssid[] = "NAMA_JARINGAN_WIFI";
char pass[] = "PASSWORD_WIFI";

int soilMoisturePin = A0;
int pumpPin = D4;

BlynkTimer timer;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  Blynk.begin(auth, ssid, pass);
  pinMode(pumpPin, OUTPUT);
  
  // Panggil fungsi penyiraman setiap 10 detik
 timer.setInterval(10000L, checkSoilMoisture);
}

void loop()
{
  Blynk.run();
  timer.run();
}

void checkSoilMoisture()
{
  int soilMoistureValue = analogRead(soilMoisturePin);
 Serial.print("Kelembaban Tanah: ");
 Serial.println(soilMoistureValue);

  if (soilMoistureValue < 500)
  {
    // Jika kelembaban rendah, aktifkan pompa air
   digitalWrite(pumpPin, HIGH);
   Blynk.virtualWrite(V1, "Penyiraman Aktif");
  }
  else
  {
    // Jika kelembaban cukup, matikan pompa air
   digitalWrite(pumpPin, LOW);
   Blynk.virtualWrite(V1, "Penyiraman Nonaktif");
  }
}

Pastikan Anda telah mengganti `TOKEN_AUTENTIKASI_BLYNK`, `NAMA_JARINGAN_WIFI`, dan `PASSWORD_WIFI` dengan informasi yang sesuai. Kode di atas membaca nilai kelembapan tanah dari sensor dan mengontrol pompa air berdasarkan nilai kelembapan yang terdeteksi. Pompa air akan diaktifkan jika nilai kelembapan tanah kurang dari 500 dan akan dinonaktifkan jika kelembapan cukup.


Catatan: Ini adalah contoh sederhana dan belum termasuk penggunaan sensor-sensor lain seperti suhu, kelembapan udara, dan lainnya. Anda perlu mengintegrasikan sensor-sensor tersebut sesuai dengan program yang Anda inginkan.


Pastikan Anda juga telah mengatur elemen UI di aplikasi Blynk (misalnya, tombol penyiraman manual dan grafik kelembapan tanah) untuk memastikan program ini dapat berkomunikasi kepada aplikasi Blynk dengan benar.


Integrasi dengan NodeMCU

  1. Pengkodean NodeMCU: Di dalam kode program NodeMCU yang telah Anda buat sebelumnya, masukkan token autentikasi yang diberikan oleh Blynk. Anda juga perlu menentukan pin yang sesuai dengan elemen UI yang telah Anda tambahkan (misalnya, pin untuk tombol dan sensor kelembapan tanah).

  2. Koneksi WiFi: Pastikan NodeMCU terhubung ke jaringan WiFi agar dapat berkomunikasi dengan proyek Blynk.

  3. Mengirim Data ke Blynk: Program NodeMCU untuk mengirimkan data sensor kelembapan tanah ke elemen grafik yang telah Anda tambahkan. Anda juga perlu mengatur NodeMCU agar dapat menerima perintah dari tombol penyiraman manual.


Uji Coba dan Pemantauan

Sumber: OpenCloudware

Setelah semua komponen terhubung dan program diunggah, lakukan uji coba sistem. Periksa apakah NodeMCU berhasil membaca data dari sensor kelembapan tanah dan mengontrol pompa air sesuai logika yang diinginkan. Gunakan aplikasi Blynk untuk memantau dan mengontrol sistem secara jarak jauh.

  1. Uji Coba Aplikasi: Jalankan aplikasi Blynk pada perangkat Anda dan lihat apakah elemen UI yang telah Anda tambahkan berfungsi dengan baik.

  2. Uji Coba Kontrol: Cobalah mengaktifkan tombol penyiraman manual dan amati apakah NodeMCU merespons dengan benar.

  3. Uji Coba Grafik: Amati grafik kelembapan tanah pada aplikasi Blynk dan pastikan data yang ditampilkan akurat.

Penyesuaian dan Peningkatan

  1. Penyesuaian Elemen UI: Jika perlu, Anda dapat mengubah tata letak elemen UI atau menambahkan elemen lain sesuai dengan kebutuhan.

  2. Tambahkan Notifikasi: Anda dapat menambahkan fitur notifikasi pada aplikasi Blynk, sehingga Anda akan diberi tahu ketika ada perubahan penting dalam sistem penyiraman.

  3. Pemantauan Lebih Lanjut: Anda dapat mengintegrasikan elemen-elemen UI lainnya, seperti pengaturan jadwal penyiraman atau tampilan data dari sensor-sensor lainnya.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda akan dapat merancang aplikasi Blynk yang fungsional dan sesuai dengan kebutuhan sistem penyiraman tanaman otomatis Anda. Aplikasi ini akan memungkinkan Anda untuk mengendalikan dan memantau sistem secara praktis melalui perangkat seluler Anda.


Manfaat Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis

  • Efisiensi Penggunaan Air: Sistem ini memastikan penyiraman hanya dilakukan saat diperlukan, mengurangi pemborosan air yang berharga.

  • Peningkatan Produktivitas: Dengan penyiraman yang tepat waktu dan sesuai kebutuhan tanaman, produktivitas pertanian dapat ditingkatkan.

  • Pendidikan Teknologi: Proyek ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar tentang teknologi IoT dan penerapannya dalam pertanian.

  • Pertanian Berkelanjutan: Dengan memantau lingkungan tanaman secara real-time, praktik pertanian berkelanjutan dapat lebih mudah diimplementasikan.

Kesimpulan

Menerapkan sistem penyiraman tanaman otomatis menggunakan IoT dan mikrokontroler NodeMCU merupakan contoh nyata bagaimana teknologi dapat meningkatkan efisiensi dalam pertanian. Proyek semacam ini juga memiliki dampak positif dalam memberikan pendidikan kepada generasi muda tentang perpaduan antara teknologi dan pertanian berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan sensor lingkungan, mikrokontroler, dan aplikasi Blynk, sistem ini dapat diadaptasi untuk berbagai skala, dari pertanian sekolah hingga lahan pertanian komersial. Semoga bermanfaat dan selamat berkarya!


PT. Karya Merapi Teknologi



Sumber:



298 views0 comments

Commentaires


bottom of page