top of page
Search

Membangun Sistem Parkir Otomatis Dalam Lingkungan Sekolah Dengan Sensor Ultrasonik


parkir
Sumber: Naftali

Saat ini, Internet of Things (IoT) telah mengubah cara berinteraksi dengan lingkungan sekitar kita. IoT mengacu pada jaringan perangkat fisik yang terhubung melalui internet, memungkinkan pertukaran data dan informasi untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu contoh implementasi IoT adalah sistem parkir otomatis menggunakan sensor ultrasonik, platform Blynk, dan mikrokontroler NodeMCU. Proyek ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis kepada siswa dalam memahami konsep IoT, tetapi juga memperkenalkan mereka pada konsep dasar sensor ultrasonik, pemrograman mikrokontroler, dan penggunaan platform IoT. Kami akan membahas secara rinci tentang konsep, komponen yang diperlukan, langkah-langkah pengerjaan, serta program yang diperlukan untuk mengimplementasikan proyek ini.


Konsep Proyek

Proyek ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi IoT dan sensor ultrasonik untuk mengembangkan sistem parkir otomatis yang efisien dan mudah digunakan. Sistem ini akan dapat mendeteksi ketersediaan tempat parkir di area tertentu dan memberikan informasi real-time kepada pengguna melalui aplikasi berbasis web atau apps pada perangkat seluler. Hal ini akan membantu mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mencari tempat parkir kosong dan meningkatkan pengalaman pengendara.


Aplikasi Blynk

blynk
Sumber: http://openjournal.unpam.ac.id

Aplikasi Blynk layanan berbasis server yang bisa digunakan pada sistem Android maupun iOS. Aplikasi Blynk yang mendukung IoT dapat diunduh melalui Google play atau App Store. Blynk membantu beberapa jenis hardware yang dapat dipakai untuk proyek-proyek IoT. Blynk adalah dashboard digital dengan library interface grafis dalam pembuatan suatu proyek. Penambahan komponen pada Aplikasi Blynk dengan cara drag dan drop sehingga membantu dalam menambah komponen input dan output (I/O) tanpa perlu mempunyai skill bahasa program Android atau iOS.

Aplikasi Blynk dibuat dengan tujuan untuk mengontrol dan memonitoring hardware secara jarak jauh menggunakan komunikasi data internet ataupun (jaringan lokal). Kemampuan untuk menyimpan data dan menampilkan data secara grafik semakin membantu dalam membuat proyek-proyek pada IoT.


Komponen yang Diperlukan

Sebelum memulai proyek ini, pastikan Anda memiliki semua komponen yang diperlukan. Berikut adalah daftar komponen yang dibutuhkan:

  • Mikrokontroler NodeMCU: NodeMCU Dev berdasarkan esp8266 dikembangkan suatu chip dari Expressif. Ini gabungan WIFI access point dengan mikrokontroler yang menggunakan bahasa pemrograman berbasis LUA, ketertarikan dalam sistem pemrograman ESP8266 menggunakan ArduinoIDE.

nodemcu
Sumber: http://reslab.sk.fti.unand.ac.id

Pemrograman dari ESP8266 menggunakan ArduinoIDE tidak kompatibel sepenuhnya, sampai disetting dengan benar. Terutama karena pin I/O memiliki jalur yang berbeda pada NodeMCU dibandingkan chip ESP8266. NodeMCU memiliki keunggulan antara lain memiliki perangkat keras I/O, API event, I2C, PWM dan SPI, 10 GPIOs D0- D10, 1 wire dan ADC A0 dan sebagainya dalam satu papan, Jaringan WiFi (bisa menggunakan titik akses, station, host webserver), terkoneksi ke internet untuk mengambil atau mengupload data, Harga terjangkau, dengan beberapa ribu rupiah sistem siap untuk internet of things (IoT).

  • Sensor Ultrasonik: Sensor ultrasonik HC-SR04 adalah jenis sensor yang digunakan untuk mengukur jarak secara non-kontak menggunakan gelombang ultrasonik. Sensor ini memiliki dua bagian utama: pemancar ultrasonik dan penerima ultrasonik. Pemancar mengirimkan gelombang ultrasonik yang kemudian dipantulkan oleh benda di depannya, dan penerima menerima gelombang yang dipantulkan tersebut. Berdasarkan waktu tempuh gelombang ultrasonik, sensor dapat menghitung jarak antara sensor dan benda yang dipantulkan.

sensor hc sr04
Sumber: https://randomnerdtutorials.com
  • Servo Motor: Sebuah servo motor digunakan untuk mengendalikan gerbang parkir. Ketika kendaraan mendekati area parkir yang tersedia, NodeMCU akan mengirim sinyal ke servo motor untuk membuka gerbang. Begitu pula sebaliknya, ketika kendaraan meninggalkan area parkir.

  • Breadboard dan Kabel Jumper: Digunakan untuk menghubungkan komponen-komponen elektronik.

  • Power Supply: Anda memerlukan sumber daya yang stabil untuk mengoperasikan sistem. Ini bisa berupa adaptor 5V atau baterai yang sesuai.

  • Aplikasi Web atau Perangkat Seluler: Anda perlu memiliki aplikasi berbasis web atau perangkat seluler yang dapat menampilkan informasi tentang ketersediaan tempat parkir, di situasi ini kita akan menggunakan aplikasi Blynk.


Mari Mulai Proyeknya

Berikut adalah langkah-langkah yang harus diikuti untuk membangun Sistem Parkir Otomatis dengan Sensor Ultrasonik menggunakan Mikrokontroler NodeMCU:

  • Pasang NodeMCU ke breadboard dan hubungkan sensor ultrasonik dengan kabel jumper. Berikut ini adalah pin yang harus tersambung, ingat jangan sampai salah mengkoneksikan karena akan bisa mengakibatkan rusaknya komponen.

VCC Sensor Ultrasonik   ->  5V NodeMCU
Trig Sensor Ultrasonik  ->  D2 NodeMCU
Echo Sensor Ultrasonik  ->  D3 NodeMCU
GND Sensor Ultrasonik   ->  GND NodeMCU
  • Membuat Program Berikut adalah contoh program yang dapat digunakan untuk mengoperasikan sensor ultrasonik dan mengirimkan data ke server:

// Menggunakan library yang diperlukan
#define BLYNK_PRINT Serial
#include <ESP8266WiFi.h>
#include <BlynkSimpleEsp8266.h>

// Mendefinisikan pin yang akan digunakan
#define trigPin D3   // Pin trigger ultrasonik
#define echoPin D4   // Pin echo ultrasonik

// Masukkan token dari proyek Blynk
char auth[] = "isi token dari blynk";
char ssid[] = "isi nama wifi";      // Nama WiFi yang akan digunakan
char pass[] = "isi password wifi";  // Password WiFi yang akan digunakan

// Mendefinisikan widget LCD pada pin virtual V1
WidgetLCD lcd(V1);

void setup() {
  Serial.begin(9600);   // Memulai komunikasi serial dengan baud rate 9600
  pinMode(trigPin, OUTPUT);  // Mengatur pin trigger sebagai output
  pinMode(echoPin, INPUT);   // Mengatur pin echo sebagai input
  Blynk.begin(auth, ssid, pass);  // Memulai koneksi dengan Blynk

  lcd.clear();  // Membersihkan tampilan LCD
  lcd.print(3, 0, "Jarak cm");  // Menampilkan teks "Jarak cm" pada LCD
}

void loop() {
  lcd.clear();  // Membersihkan tampilan LCD
  lcd.print(0, 0, "Jarak cm");  // Menampilkan teks "Jarak cm" pada LCD

  long duration, distance;  

  digitalWrite(trigPin, LOW);
  delayMicroseconds(3);  
  digitalWrite(trigPin, HIGH);  
  delayMicroseconds(12); 
  digitalWrite(trigPin, LOW); 
  duration = pulseIn(echoPin, HIGH);  // Menerima durasi dari pin echo
  distance = (duration / 2) / 29.1;  
  
  Serial.print(distance);  // Mencetak nilai jarak ke Serial Monitor
  Serial.println("Cm");    // Mencetak satuan jarak
  lcd.print(7, 1, distance);  // Menampilkan jarak pada LCD
  
  Blynk.run();  // Menjalankan koneksi dengan Blynk

  delay(3500);  
}

Pastikan Anda mengganti "Isi nama wifi", "isi password_Wifi", "kode auth dari blynk", dan konfigurasi lainnya sesuai dengan kebutuhan Anda.


Menyiapkan Aplikasi

Selanjutnya kita akan melakukan setup pada aplikasi, digunakan Blynk untuk membangun proyek antarmuka dengan beberapa jenis komponen I/O yang mendukung untuk mengirimkan atau menerima data serta merepresentasikan data sesuai dengan komponen tersebut. Ada Lima macam kategori komponen yang terdapat pada Aplikasi Blynk, yaitu:

Display yang membantu untuk menampilkan data dari hardware ke smartphone. Controller digunakan untuk membantu mengirimkan data ke hardware. Interface yang digunakan untuk membantu mengatur tampilan pada aplikasi Blynk. Notification membantu untuk mengirim pesan dan notifikasi. Kita akan menggunakan Display yang berupa LCD dan tersambung dengan virtual pin, berikut adalah langkah-langkah untuk menyiapkan aplikasi Blynk.

  1. Kita buka aplikasi blynk

  2. Creat New project, isi nama (bebas) dengan board esp8266

  3. Secara otomatis api token blynk akan dikirimkan ke email kita.

  4. Tambahkan widget LCD dan setting seperti dibawah ini

lcd blynk
Sumber:https://m.blog.naver.com

Kesimpulan

Proyek IoT untuk Sekolah ini telah membantu kita memahami bagaimana teknologi IoT dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam membangun Sistem Parkir Otomatis dengan Sensor Ultrasonik menggunakan Mikrokontroler NodeMCU. Dengan memanfaatkan sensor ultrasonik dan konektivitas WiFi, sistem ini dapat memberikan informasi real-time kepada pengguna tentang ketersediaan tempat parkir. Selain itu, proyek ini juga mengajarkan kita tentang konsep dasar dalam menghubungkan perangkat keras dengan perangkat lunak dan mengembangkan aplikasi web sederhana.

Dengan semakin berkembangnya teknologi IoT, ada potensi yang tak terbatas untuk mengembangkan solusi-solusi kreatif yang dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui proyek-proyek seperti ini, siswa dapat belajar tentang prinsip-prinsip dasar teknologi IoT dan menginspirasi mereka untuk menjadi inovator di masa depan. Seperti itulah penjelasan mengenai proyek kali ini, semoga bermanfaat dan selamat berkarya!


PT. Karya Merapi Teknologi



Sumber:


71 views0 comments

Comments


bottom of page