Kelebihan dan Kekurangan IaaS bagi Perusahaan Industri
- Atista Dwi zahra
- Oct 14
- 5 min read

Di era transformasi digital, perusahaan industri menghadapi tantangan untuk mengadopsi teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi operasional tanpa harus mengeluarkan investasi besar untuk infrastruktur fisik. Infrastructure as a Service (IaaS) hadir sebagai solusi cloud computing yang memungkinkan perusahaan mengakses sumber daya komputasi melalui internet. Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang IaaS, mulai dari definisi, kelebihan, kekurangan, hingga studi kasus implementasinya di berbagai perusahaan.
Apa itu IaaS (Infrastructure as a Service)?
Infrastructure as a Service (IaaS) adalah model layanan cloud computing yang menyediakan sumber daya komputasi dasar seperti server virtual, penyimpanan data, jaringan, dan virtualisasi melalui internet. Dalam model ini, penyedia layanan cloud (Cloud Service Provider/CSP) bertanggung jawab mengelola dan memelihara infrastruktur fisik yang diperlukan, sementara pengguna dapat mengonfigurasi dan mengelola sumber daya tersebut sesuai kebutuhan mereka. IaaS menghilangkan kebutuhan perusahaan untuk membeli, mengonfigurasi, atau mengelola infrastruktur sendiri.
Mereka hanya membayar untuk sumber daya yang benar-benar digunakan dengan model pembayaran pay-as-you-go. Penyedia layanan juga menawarkan layanan tambahan seperti manajemen billing terperinci, logging, monitoring, storage resiliency, dan keamanan. Beberapa contoh penyedia IaaS terkemuka di Indonesia dan dunia antara lain Google Cloud Platform (GCP) dengan layanan Google Compute Engine dan Cloud Storage, Amazon Web Services (AWS) dengan Amazon EC2 dan S3, Microsoft Azure dengan Virtual Machines, serta Alibaba Cloud yang populer di pasar Asia.
Kelebihan Kekurangan IaaS: Mengapa Perusahaan Memilihnya?
A. Kelebihan IaaS
1. Fleksibilitas dan Skalabilitas Tinggi
Salah satu keunggulan utama IaaS adalah fleksibilitasnya yang luar biasa. Perusahaan dapat dengan mudah menyesuaikan kapasitas sumber daya sesuai dengan kebutuhan bisnis yang berubah-ubah. Jika terjadi lonjakan traffic aplikasi atau permintaan mendadak, IaaS dapat meningkatkan kapasitas secara otomatis. Sebaliknya, ketika permintaan menurun, sumber daya dapat dikurangi untuk menghindari pemborosan anggaran.
2. Hemat Biaya Operasional
IaaS sangat ekonomis karena menghilangkan kebutuhan investasi modal besar untuk pengadaan perangkat keras. Perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli server fisik, membangun ruang server khusus dengan sistem pendingin dan kelistrikan, atau mempekerjakan tim IT besar untuk pemeliharaan. Model pembayaran pay-as-you-go membuat biaya menjadi lebih predictable dan mudah dianggarkan.
3. Meningkatkan Produktivitas dan Kecepatan
Dengan IaaS, departemen IT dapat mengalokasikan waktu mereka untuk aktivitas yang lebih strategis daripada mengurus pemeliharaan infrastruktur fisik. Perusahaan juga dapat dengan cepat meluncurkan proyek baru, menguji aplikasi, atau mengembangkan sistem tanpa harus menunggu pengadaan server yang bisa memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Hal ini mempercepat development lifecycle dan time to market produk.
4. Keandalan dan Backup Otomatis
IaaS menawarkan tingkat keandalan tinggi tanpa single point of failure. Infrastruktur cloud menggunakan redundansi dan fault tolerance, dengan workload yang tersebar di berbagai server dan fasilitas. Bahkan jika satu komponen hardware mengalami kegagalan, layanan tetap berjalan. Sebagian besar penyedia IaaS juga menawarkan opsi backup dan sinkronisasi otomatis untuk memastikan data penting tetap aman dan dapat dipulihkan.
5. Jangkauan Global
Penyedia layanan cloud biasanya memiliki jaringan global yang mencakup berbagai region dan zona. Perusahaan dapat menempatkan aplikasi dan layanan di lokasi yang paling dekat dengan pengguna akhir mereka untuk meminimalkan latency dan meningkatkan performa.

B. Kekurangan IaaS
1. Ketergantungan pada Vendor (Vendor Lock-in)
Salah satu tantangan terbesar IaaS adalah ketergantungan pada penyedia layanan. Perusahaan terikat dengan fitur, kebijakan, dan teknologi yang disediakan oleh vendor tertentu. Proses migrasi dari satu penyedia ke penyedia lain bisa menjadi rumit dan mahal, terutama jika aplikasi telah disesuaikan dengan platform spesifik. Kustomisasi yang terbatas juga dapat menjadi kendala bagi perusahaan dengan kebutuhan khusus.
2. Risiko Keamanan Data
Meskipun penyedia IaaS terkemuka menawarkan tingkat keamanan yang tinggi, menyimpan data di cloud tetap memiliki risiko keamanan. Data yang disimpan di server eksternal berpotensi terpapar ancaman cyber seperti hacking, data breach, atau akses tidak sah. Dalam model IaaS, keamanan merupakan tanggung jawab bersama antara penyedia layanan dan pelanggan, di mana pelanggan bertanggung jawab mengamankan data, aplikasi, kontrol jaringan virtual, sistem operasi, dan akses pengguna.
3. Ketergantungan pada Koneksi Internet
Performa dan aksesibilitas IaaS sangat bergantung pada kualitas dan ketersediaan koneksi internet. Jika terjadi gangguan internet atau kualitas bandwidth yang buruk, akses ke sumber daya cloud dapat terhambat, yang berdampak pada operasional perusahaan. Ini menjadi pertimbangan penting terutama di daerah dengan infrastruktur internet yang belum stabil.
4. Kinerja yang Bervariasi
Kinerja aplikasi di IaaS dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kualitas koneksi internet, ketersediaan sumber daya di cloud provider, dan shared resource dengan pelanggan lain. Hal ini bisa mengakibkan latency yang tidak konsisten atau penurunan performa pada saat-saat tertentu.
Mengenal Kelebihan Kekurangan IaaS dalam Praktik
Untuk memahami kelebihan kekurangan IaaS secara lebih mendalam, penting untuk melihat bagaimana teknologi ini diterapkan dalam berbagai skenario bisnis. IaaS sangat cocok untuk uji coba dan pengembangan sistem karena memudahkan pembuatan environment cloud baru yang dapat dibangun dan dihapus dengan cepat sesuai kebutuhan. Hal ini mempercepat proses testing dan memungkinkan tim pengembang fokus pada inovasi. IaaS juga ideal untuk hosting website dan aplikasi perusahaan. Perusahaan dapat menggunakan layanan seperti Amazon EC2, Microsoft Azure Virtual Machines, atau Google Compute Engine untuk menyediakan sumber daya yang dibutuhkan dengan performa tinggi dan latency rendah berkat akses ke server yang tersebar secara geografis.
Untuk penyimpanan dan backup data, IaaS menyediakan solusi yang scalable, memungkinkan perusahaan menyesuaikan kapasitas penyimpanan sesuai permintaan tanpa investasi besar dalam infrastruktur fisik. IaaS juga sangat berguna untuk analisis big data, di mana perusahaan membutuhkan sumber daya komputasi besar untuk memproses volume data yang sangat besar dengan biaya lebih efisien. Platform seperti Amazon EMR atau Google Cloud Dataproc memungkinkan perusahaan menjalankan aplikasi analitik seperti Hadoop atau Spark untuk memperoleh insight bisnis yang lebih baik.

Kapan IaaS Cocok Digunakan?
IaaS cocok digunakan dalam berbagai kondisi dan skenario bisnis tertentu. Pertama, jika perusahaan Anda mengalami pertumbuhan yang cepat atau memiliki workload yang tidak dapat diprediksi dengan fluktuasi permintaan yang tinggi, IaaS menawarkan skalabilitas yang diperlukan untuk menyesuaikan sumber daya dengan cepat tanpa over-provisioning. Kedua, untuk startup dan UKM yang memiliki anggaran terbatas, IaaS memungkinkan mereka untuk mengakses teknologi enterprise-grade tanpa investasi modal besar di awal. Mereka dapat memulai dengan kapasitas kecil dan meningkatkan seiring pertumbuhan bisnis.
Ketiga, IaaS sangat ideal untuk proyek pengembangan dan testing. Tim developer dapat dengan cepat membuat environment pengembangan, menjalankan testing, dan menghapusnya setelah selesai tanpa membuang sumber daya. Ini sangat efisien untuk continuous integration dan continuous deployment (CI/CD). Keempat, perusahaan yang membutuhkan disaster recovery dan business continuity akan mendapat manfaat besar dari IaaS. Redundansi dan backup otomatis yang ditawarkan oleh penyedia cloud memastikan data tetap aman dan operasional dapat dipulihkan dengan cepat jika terjadi bencana.
Kelima, untuk aplikasi yang membutuhkan analitik big data atau machine learning dengan kebutuhan komputasi yang intensif, IaaS menyediakan sumber daya yang diperlukan dengan biaya yang lebih efisien dibanding membangun infrastruktur sendiri. Namun, IaaS mungkin kurang cocok untuk perusahaan dengan regulasi ketat yang mengharuskan data disimpan secara on-premise, atau perusahaan dengan beban kerja yang sangat stabil dan predictable di mana investasi infrastruktur sendiri mungkin lebih ekonomis dalam jangka panjang.
Mengoptimalkan IaaS untuk Bisnis
Infrastructure as a Service (IaaS) menawarkan solusi yang fleksibel, scalable, dan cost-effective bagi perusahaan industri yang ingin mengadopsi teknologi cloud. Kelebihan utamanya meliputi fleksibilitas tinggi, penghematan biaya operasional, peningkatan produktivitas, keandalan sistem, dan jangkauan global. Namun, perusahaan juga perlu mempertimbangkan kekurangannya seperti ketergantungan pada vendor, risiko keamanan data, dan ketergantungan pada koneksi internet.
Keputusan untuk mengadopsi IaaS harus didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan bisnis, regulasi yang berlaku, budget yang tersedia, dan strategi jangka panjang perusahaan. Dengan memahami kelebihan dan kekurangan IaaS serta melihat studi kasus implementasinya, perusahaan dapat membuat keputusan yang tepat dalam memanfaatkan teknologi cloud untuk mendukung transformasi digital dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Semoga bermanfaat dan selamat berkarya!
PT. Karya Merapi Teknologi
Follow sosial media kami dan ambil bagian dalam berkarya untuk negeri!
Instagram: https://www.instagram.com/kmtek.indonesia/
Facebook: https://www.facebook.com/kmtech.id
LinkedIn: https://www.linkedin.com/company/kmtek
Sumber:


Comments