Search

Ekonomi Digital: Pengertian, Sejarah dan Tantangannya

KMTek_ecommerce
Gambar 1. E-commerce

Sumber: Pexels by PhotoMix Company

Dunia ini terus berubah dan semakin berkembang, salah satu buktinya adalah transformasi yang kini menjadi serba digital. Yang dimaksud transformasi digital adalah suatu hal yang mengacu pada perubahan layanan atau bisnis dan dilaksanakan dengan mengganti proses manual menjadi digital atau mengganti teknologi yang lama menjadi teknologi yang lebih baru. Dalam bidang ekonomi muncul yang namanya ekonomi digital.

Istilah mengenai ekonomi digital nampaknya semakin sering kita dengar di berbagai media baik TV maupun media sosial. Menurut pandangan pemerintah, adanya ekonomi digital ini mampu menjadi sarana untuk meningkatkan perekonomian negara. Namun, apa yang dimaksud dengan ekonomi digital sebenarnya sih? Yuk teman-teman simak penjelasan mengenai ekonomi digital selengkapnya dalam artikel berikut ini ya!


Pengertian Ekonomi Digital

KMTek_ekonomi_digital
Gambar 2. Ekonomi Digital

Sumber: Pexels by Ivan Samkov

Ekonomi Digital adalah seluruh aktivitas ekonomi yang menggunakan memanfaatkan teknologi internet dan juga kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence). Kegiatan digital marketing akan memanfaatkan AI untuk pengumpulan data dan pemahaman karakteristik konsumen. Ekonomi digital membawa perubahan pada kegiatan ekonomi masyarakat dan bisnis, dari yang awalnya manual menjadi serba otomatis.

Setiap kegiatan sehari-hari dan bisnis bisa dilakukan dengan mudah dan juga cepat. Ekonomi digital lebih unggul dalam efisiensi waktu dan ruang, transaksi dapat dilakukan antar wilayah dan dapat menggunakan metode pembayaran yang beragam. Namun, di sisi lain masalah perlindungan konsumen menjadi faktor yang masih terus dibangun oleh pelaku ekonomi digital.


Sejarah Perkembangan Ekonomi Digital

Dilansir dari Wikipedia, konsep ekonomi digital pertama kali diperkenalkan oleh Don Tapscott pada tahun 1996 dalam karya tulis ilmiahnya yang berjudul The Digital Economy: Promise and Peril in the Age of Networked Inteliigence. Era ekonomi digital pertama kali muncul pada periode tahun 1980-an. Kehadiran ekonomi digital ditandai dengan munculnya industri teknologi informasi dan komunikasi, kegiatan perdagangan elektronik dan distribusi barang atau jasa yang mulai dilakukan secara digital.

Ketika itu mereka menggunakan komputer pribadi dan internet. Tak lama kemudian, muncul era ekonomi yang baru. Era ekonomi yang baru ini ditandai dengan munculnya perangkat seluler, akses internet yang tak terbatas dan munculnya komputasi awan. Ketiga teknologi ini kini digunakan dalam proses ekonomi digital yang baru.


Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia

Pada bidang ekonomi konvensional maupun digital, Indonesia merupakan pasar yang potensial. Selain karena letaknya yang berada pada jalur perdagangan, populasi penduduk di Indonesia yang besar dan mampu menerima perkembangan teknologi menjadi faktor tambahan. Apabila menyebut ekonomi digital, yang pertama kali terlintas dipikiran kita adalah e-commerce. Hal ini disebabkan karena dari berbagai sektor yang akan membangun ekonomi digital di Indonesia didominasi oleh e-commerce.

Dengan jumlah pengguna internet yang semakin banyak, Indonesia menjadi negara yang diprediksi akan memiliki pertumbuhan ekonomi digital yang pesat. Melansir dari Kemenkeu, ekonomi digital Indonesia akan terus bertumbuh bahkan hingga 8 kali lipat. Pada tahun 2030, Indonesia dipandang akan menjadi bagian dari lima negara yang memiliki ekonomi terkuat.

Ada banyak faktor yang akan menentukan keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan ekonomi digital 8 tahun mendatang. Beberapa teknologi yang harus dimanfaatkan serta dikembangkan oleh Indonesia seperti cloud computing, jaringan 5G, IoT (Internet of Things), blockchain, dan AI (Artificial Intelligence). Selain itu, Indonesia masih perlu meningkatkan sumber daya manusia untuk mengisi bidang AI, virtual reality, dan big data analyst.


Manfaat Ekonomi Digital

Salah satu manfaat dari ekonomi digital yaitu munculnya banyak tren baru dan ide startup. Sebagian besar perusahaan di dunia seperti Google, Microsoft, Apple, dan Amazon berasal dari dunia digital. Selain itu, ada pula manfaat ekonomi digital, antara lain:

a. Mempromosikan Penggunaan Internet

b. Lahirnya E-Commerce

c. Produk dan Layanan Digital

d. Transparansi

KMTek_online_shopping
Gambar 3. Online Shopping

sumber: Pexels by Andrea Piacquadio


Tantangan Ekonomi Digital

Pada era revolusi industri 4.0, ekonomi digital telah mengubah dunia ekonomi di seluruh negara, termasuk Indonesia. Mendorong berbagai negara untuk terus berinovasi agar tidak tertinggal dalam dunia perekonomian digital. Hal ini menciptakan sebuah peluang sekaligus tantangan yang harus dihadapi oleh masyarakat. Adapun tantangan yang harus dihadapi sebagai berikut ini:

1. Keamanan Siber (Cyber Security)

Masalah keamanan menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan ekonomi digital sulit berkembang. Masyarakat yang umumnya melakukan transaksi secara tatap muka harus mendapatkan jaminan keamanan untuk melakukan transaksi digital. Konsumen harus mendapatkan jaminan dalam menjalankan transaksi, mulai dari jaminan atas produk asli hingga keamanan membayar.

2. Kemampuan Sumber Daya Manusia

Harus diakui bahwa kebanyakan tenaga kerja di Indonesia tidak berada pada sektor digital. Seperti pekerjaan rumah di negara-negara berkembang, bidang pekerjaan fisik masih mendominasi sumber daya dalam hal sistem perekonomian. Tantangan ini memang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Hal ini tidak dihadapi oleh Indonesia sendiri, tetapi juga dialami oleh mayoritas negara di wilayah Asia Tenggara.

3. Ketersediaan Akses Internet

Sama halnya dengan pembangunan sumber daya manusia, faktor lain yang tak kalah pentingnya adalah mengenai infrastruktur. Akses internet di Indonesia masih tersentral di beberapa wilayah saja. Selain internet, masalah transportasi juga mempengaruhi perkembangan ekonomi digital. Meskipun transaksi dapat dilakukan secara online, tetapi pengiriman produk dan sebagainya tetap dilakukan secara manual.

4. Persaingan yang Semakin Ketat

Perekonomian digital juga membawa persaingan pasar yang sangat ketat. Pelaku bisnis digital dalam negeri harus menghadapi pelaku bisnis digital dari luar negeri yang sudah lebih dulu memulai.


Karakteristik Ekonomi Digital

Berikut ini merupakan beberapa karakteristik dari ekonomi digital:

  • Pengetahuan (Knowledge)

  • Serba digital (Digitization)

  • Serba virtual (Virtualization)

  • Menjadi molekul kecil (Molecularization)

  • Terintegrasi (Integration/Internetworking)

  • Tanpa perantara (Disintermediation)

  • Menyatu (Convergence)

  • Penuh inovasi (Innovation)

  • Produsen sekaligus konsumen (Prosumption)

  • Serba seketika (Immediacy)

  • Mendunia (Globalization)

  • Perpecahan (Discordance)


Penutup

Kehadiran ekonomi digital membuat berbagai kegiatan sehari-hari kini menjadi lebih cepat dan praktis. Kemudahan yang ditawarkan oleh ekonomi digital ini mampu membuka banyak peluang bisnis yang luas di segala bidang. Jadi, apakah kalian semua sudah siap untuk meraih peluang bisnis dengan mendigitalisasi bisnis?


Referensi:


Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda, Jika ada saran, kritik maupun pertanyaan silahkan kirim pesan ke:

PT. Karya Merapi Teknologi

contact@kmtech.id

Follow sosial media kami dan ambil bagian dalam berkarya untuk negeri! YouTube:https://www.youtube.com/c/KMTekIndonesia Instagram:https://www.instagram.com/kmtek.indonesia/ Facebook:https://www.facebook.com/kmtech.id

LinkedIn:https://www.linkedin.com/company/kmtek

180 views0 comments

Recent Posts

See All